Bisnis Seminar

SERTIFIKASI HARAPAN PARA GURU

Sertifikasi guru telah menjadi suatu hal yang sangat dinantikan oleh sebagian guru tapi juga menjadi sesuatu yang dipandang pesimistis bagi sebagian lainnya. Tujuan dari sertifikasi ini adalah untuk meningkatkan profesionalisme para guru yang diharapkan akan dapat juga meningkatkan mutu pendidikan di negara kita yang selama ini masih dianggap tertinggal jauh dari negara-negara tetangga kita. Sertifikasi ini menjadi sebuah harapan bagi para guru untuk menjadikan mereka dianggap sebagai guru yang professional dan sekaligus menjadikan hidup mereka lebih sejahtera dengan dijanjikan tunjangan tambahan sebesar satu kali gaji pokok apabila lulus dalam sertifikasi tersebut yang mungkin bernilai cukup besar bagi mereka. Hal ini menjadikan para guru berlomba-lomba untuk mencari jalan agar mereka lulus dalam penilaian. Pemerintah melakukan penilaian dengan format portofolio yang salah satu isinya adalah bahwa para guru dianggap sebagai guru professional apabila sudah sering mengikuti pendidikan dan latihan dalam bidangnya dan juga sering mengikuti forum ilmiah/seminar, sehingga akan meningkatkan poin penilaian yang mereka dapatkan.

“BISNIS SEMINAR”

Melihat fenomena di atas maka bak jamur di musim penghujan sekarang marak sekali penyelenggaraan seminar/workshop yang diselenggarakan oleh berbagai pihak dengan tujuan “ untuk meningkatkan profesionalisme guru “ sekaligus membantu para guru untuk mendapatkan dan menambah poin-poin penilaian portofolio mereka sehingga mereka diharapkan dapat lulus sertifikasi. Yang menjadi pertanyaan, apakah penyelenggaraan seminar ini legal dan formal ?.

Ada beberapa hal yang menarik yang dapat kita lihat pada penyelenggaraan “ seminar “ ini, yaitu :

1. seminar ini diselenggarakan hampir setiap hari/minggu dengan penyelenggara dan tempat yang berbeda.

2. rata-rata penyelenggara seminar menjanjikan sejumlah poin-poin yang cukup besar untuk nilai sertifikat seminar yang mereka keluarkan, walaupun kegiatan itu hanya diselenggarakan selama satu/dua hari.

3. banyak penyelenggara seminar yang mengklaim kegiatan yang mereka selenggarakan bertingkat nasional atau seminar nasional, mungkin dengan maksud agar poin sertifikat yang mereka keluarkan akan bernilai lebih besar lagi dan sekaligus menarik m inat para guru untuk mengikuti kegiatan tersebut. Padahal kriteria penyelenggaraan seminar nasional masih belum jelas. Apakah setiap orang/lembaga berhak menyebut kegiatan yang mereka adakan bersifat nasional walaupun penyelenggaranya hanya bersifat lokal dan para peserta seminar itupun hanya guru-guru yang ada di dekat lokasi penyelenggaraan seminar tersebut ?

4. para guru harus rela mengeluarkan biaya sendiri untuk mengikuti seminar tersebut. Hal ini menarik dikarenakan dahulu ketika program sertifikasi guru belum digulirkan penulis sering ditugasi baik oleh sekolah tempat penulis bekerja maupun oleh Dinas Pendidikan Kabupaten untuk mengikuti kegiatan-kegiatan diklat/workshop yang diselenggarakan untuk tingkat provinsi maupun kabupaten. Sering perasaan bosan dan capek menghantui penulis akan tetapi tugas ini tetap dijalankan sebagai kewajiban. Hasilnya lumayan, di samping mendapatkan ilmu yang bermanfaat dan juga sertifikat peserta diklat, penulis juga mendapatkan sejumlah uang saku baik dari sekolah maupun dari instansi penyelenggara. Pada waktu itu pihak sekolah juga sering menawarkan pada para guru untuk mengikuti kegiatan semacam, tapi hanya beberapa guru saja yang bersedia, kebanyakannya tidak mau dengan alasan capek, lama meninggalkan keluarga, dll. Tapi sekarang mereka terus memburu kegiatan-kegiatan seminar dengan mengeluarkan biaya sendiri.

5. ada di antara para peserta “seminar’ yang hanya menyerahkan persyaratan pendaftaran tanpa mengikuti seminar tersebut tetapi mendapatkan sertifikat sebagai peserta seminar.

Inilah hal-hal menarik yang dapat kita amati dari penyelenggaraan seminar yang banyak diselenggarakan berdekatan dengan sertfikisi guru yang tentu saja para penilai sertifikasi guru dapat memilih dan memilah mana yang benar penyelenggara kegiatan ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: